LUBUKLINGGAU- Pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) SMPN 2 Lubuklinggau berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung di lapangan tersebut tampak berbeda dari upacara biasanya, karena semua petugas upacara itu merupakan para guru.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam momen istimewa yang bertemakan guru hebat Indonesia kuat tersebut, para guru diberikan penghargaan untuk kategori favorit per mata pelajaran dan ini merupakan pilihan siswa. Selain itu, para dewan guru juga mendapatkan buket baik itu bunga, makanan, bahan-bahan bumbu dapur dan kue dari para siswa.

Dalam kesempatan itu, Kepala SMPN 2 Lubuklinggau Parman menyampaikan sambutan dari menteri pendidikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.  Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan kembali atas tugas mulia yang diemban oleh guru yakni tugas mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia.

Lanjutnya, guru hebat indonesia kuat pondasi filosofi tema peringatan hari guru tahun ini adalah guru hebat indonesia kuat tema ini adalah sebuah pernyataan kausalitas yang tegas kami, percaya bahwa tidak ada indonesia kuat tanpa guru hebat. Guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati.

Kemudian, kita mendengar keluhan mengenai rumitnya tata kelola guru ketimbang distribusi kita ketidakjelasan status, hingga isu keterlambatan tunjangan profesi sering kali menjadi beban yang mengganggu fokus utama saat mengajar.

Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan guru hebat secara merata di seluruh indonesia pemerintah pusat melalui Kemendiknas bersama dengan dewan perwakilan rakyat dan kementerian lembaga terkait sedang memfinalisasi langkah strategi dan monumental sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan.

“Secara pribadi, saya mengucapkan selamat hari guru dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para guru, tenaga honorer dan mahasiswa yang sedang melaksanakan program pembelajaran SMPN 2 Lubuklinggau,”ucap Parman.

Parman mengucapkan terima kasih atas partisipasi yang membangun pada momentum ini, bahwa guru mampu berkarya dengan baik. Dimana, para petugas upacara merupakan para guru dan mereka yang bertugas ini adalah bukti bahwa bapak ibu guru telah memberikan sebuah kontribusi yang baik untuk kita teladani.

“Jadi para guru ini, tidak hanya menyuruh anak-anak untuk menjadi petugas upacara yang baik tapi mereka juga memberikan pembelajaran atau contoh bagaimana menjadi petugas yang baik.

Parman juga berpesan, bahwa  menjadi guru tidak hanya memberikan nuansa baru bagi anak, tapi mampu memberikan kasih sayang persuasif, humanistik dan  terlebih lagi memberikan pelatihan kemandirian, untuk mereka maju berkompetensi bersaing dengan para pelajar Se-indonesia .

“Cerdas selalu anak-anakku, berbaktilah kepada orang tua dan berbaktilah kepada guru. Selamat berkarya untuk para guru, semoga kita senantiasa dalam lindungan hidayah dan barakah Allah SWA,”tegasnya. (Nyt)